Konfigurasi webserver Apache untuk SIKDA Generik

Kebetulan, di tempat saya nguli sekarang mau ujicoba SIKDA Generik di beberapa Puskesmas. Maunya campur-campur, sebagian pakai jaringan lokal, sebagian nembak server lewat internet. Gampang sih yang lokal, tinggal klak-klik installer yang disediakan dari Pusdatin Kemenkes, sudah jalan itu. Masalahnya ada di yang nembak server. Meskipun SIKDA Generik ini adalah web-app, yang artinya mestinya tinggal salin berkas ke web root dan impor database, aplikasinya macet di laman login. “blablablalogincontroller.php not found on this server” begitu.

Solusinya adalah mengubah sebuah direktif di apache2.conf/httpd.conf/apalah namanya di server menjadi seperti ini:

<Directory /var/www/>
#............
Options Indexes FollowSymLinks Multiviews
AllowOverride All
#............
<Directory>

Ini sudah saya coba di server debian, syukur bisa masuk login. Mestinya bisa juga diterapkan di xampp. Katanya sih ini memang penyakitnya CodeIgniter kalau dipasang di server produksi. Nggak tahu juga apa konfigurasi ini aman digunakan atau cari perkara.

Catatan kalau sewaktu-waktu lupa.

ref:

  1. http://sikda.depkes.go.id/
  2. http://stackoverflow.com kata kunci “codeigniter controller not found on this server”, lupa pula dapat hint dari tred yang mana

Normalisasi arah orientasi video dengan ffmpeg

Beberapa hari yang lalu, saya iseng melakukan sedikit eksperimen audio visual //krik. Berbekal sebuah hape Samsung Galaxy Y yang digantungkan pada tas, saya merekam perjalanan dari rumah ke kantor. Walau menahan malu dikira nyombongin hape murahan, tapi DEMI SAINS, PANTANG MUNDUR (syukurlah kebetulan helm full-face, dan apa pula demi sains itu).

Hasilnya lumayan, dapat 15 menit untuk jarak tempuh sekitar 5-6 km. Soal kualitas videonya, ya namanya juga anjroit kelas low-end, goyang-goyang bergelombang dan rada burem. Yang jadi perhatian adalah karena hasil rekaman Galaxy Y berarah landscape, sedangkan hape digantung dalam posisi vertikal atawa portrait, tentu saja videonya terputar 90 derajat. Maunya disunting agar arahnya normal, ternyata bolak-bolak unduh video editor gratisan banyak pesan galat mengeluhkan kalau berkas mp4 hasil rekaman tidak valid, durasi tidak bisa diketahui, crash jatuh terjengkang mati kutu. Apa akal?

Ternyata cukup ditangani dengan ffmpeg sahaja, menggunakan opsi -vf. Dan karena sekalian ingin memotong video, perintah yang saya gunakan adalah:

ffmpeg -i input.mp4 -vf "transpose=1" -ss 00:00:18 -t 00:14:30 output.mp4

-i input.mp4
berkas video yang hendak disunting
-vf "transpose=1"
video filter, memutar orientasi video dengan nilai 1, yaitu 90 derajat searah jarum jam
-ss 00:00:18
awal pemotongan video, yaitu sejak detik ke-18
-t 00:14:30
durasi video yang dipotong, yaitu diakhiri setelah 14 menit 30 detik
output.mp4
berkas hasil konversi akan disimpan dengan nama ini, yaitu output.mp4

Penjelasan lengkap dapat dilihat di manual ffmpeg.

Sederhana dan gak pake lama. Berkas sebesar 80MB terpangkas menjadi 24MB dalam waktu kurang dari 1 menit. Kualitas memang menurun, karena sengaja tidak saya sisipkan opsi -sameq untuk menyamakan kualitas, toh sudah cukup baik untuk keperluan saya.

Video hasil konversi menyusul kapan-kapan koneksi internet agak lega.

NB. Ya, memang kalau diaplod ke yutup, arah orientasi video akan otomatis dinormalkan. Tapi karena perlu dipotong juga, tetap mengandalkan ffmpeg

Anjroit

image

Setelah menyisihkan sedikit honor berbulan-bulan, akhirnya Samsung Galaxy Y terbeli juga, menggantikan hape murah meriah bundelan operator cdma yg mulai sering ngadat.

Dan eh, cukup puas lah dengan smartphone entry-level ini. Fitur sepadan lah dengan bandrol Rp 960.000

Review Lenovo G480

Beberapa hari yang lalu saya memesan sebuah Lenovo G480 dari Lazada. Sayangnya bukan untuk digunakan sendiri, tapi untuk dikirimkan ke adik saya di Djogdja sana, pengganti PC lungsuran yang dibeli 2005(?) dan kini hidup-segan-mati-tak-mau. Benar-benar sayang, karena jelas berlipat-lipat lebih nyaman dipakai dibanding Axioo Pico yang biasa saya gunakan.

Soal spesifikasi fisik tak perlu lah saya tulis di sini. Sila lihat di datasheet resmi Lenovo. Yang jelas, walaupun G480 yang saya beli berspesifikasi paling minimum, masih tetap kencang menjalankan PCSX2.

Nilai plus di luar spek fisik adalah G480 ini nyaman digunakan, seperti yang saya harapkan dari sebuah laptop keluaran Lenovo. Hening, tidak cepat panas, keyboard cukup empuk. Touchpadnya juga tidak licin dan cukup responsif. Anehnya justru pemutar cakram DVD yang cukup berisik, walau tak terlalu mengganggu.

Bandrol Rp 3.199.000 saya rasa cukup sepadan untuk Lenovo G480 ini.

Lumbung Blankon-legacy

Sudah sekian lama tidak memperbaharui BlankOn Pattimura. Sekalinya ada kesempatan nebeng koneksi internet yang lumayan, gagal apdet terus dari repo kambing. Rupanya di kambing cuma ada lumbung untuk BlankOn Rote. Jadi apdet dari mana dong?

Sementara ini yang saya tahu cuma lumbung http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon-legacy . Pembaharuan mulus tanpa halangan.

Sekalian apgred ke Rote? Wah, ntar deh, kalau dapet iso-nya, dan kalau sedang senggang.