Color, grayscale & c2g

Bagaimana caranya mengubah berkas foto warna menjadi hitam-putih (grayscale)? Cara termudah tentu saja mengubah mode RGB menjadi Grayscale. Kalau di GIMP, bisa dipilih dari menu Image->Mode (seingat saya di Photoshop juga sama).

Tapi hasil konversi dengan metode di atas saya rasa kelewat datar, flat. Karena itu sekarang ini biasanya saya pakai tool c2g pada GIMP. Caranya pilih Tool->GEGL Operation->c2g.

Kotak dialog c2g


Untuk hasil maksimal, biasanya yang diutak-atik itu parameter radius, iterations, & sample. Cuma karena rada lambat, biasanya saya biarkan saja nilai defaultnya.

Lalu bagaimana hasilnya? Sila lihat foto berikut. Berurutan dari kiri ke kanan: foto asli, konversi mode grayscale, konversi dengan c2g. Ngerti kan kenapa saya suka c2g? (the print results are good too)

See the difference?


Ah ya, saya tahunya trik ini dulunya dari mas Priyadi

Lihat juga http://blog.wbou.de/index.php/2009/08/04/black-and-white-conversion-with-gegls-c2g-color2gray-in-gimp/

Iklan

Cara nubi memperbaiki tampilan webcam yang terbalik

Meski sudah apgret ke Lucid Lynx, webcam pada netbuk Pico saya masih menampilkan gambar yang terbalik. Katanya sih memang dari sononya begitu. Cara mengatasinya kalau ndak memegang netbuk terbalik, ya beli laptop beneran, yang webcam-nya ndak bermasalah dengan modul libv4l.

ala kalong, begitu

Sebenarnya tampilan webcam bisa diakali kok, dengan effect di Cheese. Cukup aktifkan efek Vertical flip dan Horizontal flip

…dan beginilah hasilnya.

Netbook Saga(2)

Libur kemarin saya manfaatkan untuk menginstall BlankOn 5 (Nanggar) di netbook Axioo Pico saya. Karena netbook ini tidak dilengkapi drive optik, saya harus membuat LiveUSB Blankon dulu dengan UNetbootin. Flashdrive yang saya gunakan berkapasitas 1GB, cukup lega untuk dimuatkan berkas installer BlankOn.

Proses instalasi dengan LiveUSB berlangsung cepat, tak sampai 15 menit. Juga mudah, setelah adanya mouse dengan konektor USB. Kalau yang seperti kemarin, masih menggunakan navigasi dengan keyboard, ndak bakal selesai-selesai (kecuali kalau saya pasrah dengan tipe partisi ext2).

Pico running BlankOn 5 Nanggar

Beberapa hal yang perlu saya catat tentang BlankOn di netbook ini:

  • BlankOn mengenali monitor netbook yang sempit ini dan langsung mengeset resolusi ke ukuran yang sesuai, yaitu 1024*600.
  • Tombol Fn juga dikenali, dan kombinasi Fn+F1 hingga Fn+F12 berfungsi seperti yang diharapkan
  • Touchpad masih belum berfungsi
  • Tampilan webcam masih terbalik
  • Mode suspend bermasalah, saat ingin login kembali keyboard tidak bisa digunakan untuk menginput password. Sedangkan mode hibernate berjalan normal.
  • Waktu penggunaan baterai naik dari maksimal 2 jam 15 menit di Windows XP menjadi 2 jam 30 menit di BlankOn
  • CompizFusion tentu saja berfungsi dengan baik.
  • Card reader juga berfungsi dengan baik.
  • Port ethernet dan wireless terdeteksi.
  • Seperti halnya di Windows XP, dengan BlankOn pun netbook ini cepat sekali panas.

Untuk pembanding, sebelumnya saya pernah menginstall BlankOn 5 di notebook Compaq dan Acer. Pada kedua notebook tersebut, semua perangkat berjalan normal.

Saya belum tahu apakah akan terus memakai BlankOn Nanggar ini hingga BlankOn Ombilin dirilis. Titipan download iso Ubuntu 10.10 di warnet mestinya sudah selesai, dan saya agak tertarik juga untuk mencoba versi LTS ini di netbook. Mungkin bisa cocok seperti halnya saya cocok dengan Ubuntu 8.04 di PC saya.

Photoblogging : Linux di Dinas Pendidikan Pangkalpinang

Akhir Agustus kemarin (kalau tidak salah ingat), saya berkesempatan “mengintip” ruang seksi ICT Dinas Pendidikan Pangkalpinang. Tiga diantara beberapa komputer di ruang tersebut ternyata menggunakan Linux Ubuntu 8.04. Lainnya? Tentu saja OS “yang itu tuh” 😀

See that Heron ? :D

See that Heron ? 😀

Juga dipajang beberapa poster bertema F/OSS

Sayang semangat F/OSS sepertinya masih belum menular ke sekolah-sekolah 😦 Pengadaan komputer sudah ditentukan speknya; OS bawaan vendor (dan tak ada vendor yang memasang Linux). Aplikasi lainnya? Karena tidak ditentukan dalam spek tender, berarti harus dipasang sendiri oleh staf TI sekolah masing-masing. Dengan demikian, hampir dapat dipastikan yang legal cuma OS-nya.