Kode sumber

Tes fitur sourcecode-nya WordPress

#!/usr/bin/python
# goodbye.py

print "and thank you for the fishes"

Update: wah keren, berarti tidak perlu pakai theme yang membuat tampilan <code> </code> menjadi seperti tampilan kode di atas. Cukup pakai

[sourcecode language="nama-bahasa"]
your code here
[/sourcecode]

Mendukung 28 macam bahasa pemrograman cing…
Tautan terkait: Posting source code

Upgrade Google Chrome

Yak, karena versi Google Chrome saya yang kayaknya sudah usang dan saya sudah bosan lihat peringatannya di dashboard WordPress, hari ini saya coba upgrade, mumpung benwit lancar jaya.

sudo apt-get install google-chrome-stable

Kok install, bukan upgrade? Karena upgrade akan memperbaharui seluruh paket yang terpasang, dan benwitnya tidak selancar itu.

Dan akhirnya Chrome bisa dipakai main Angry Bird 😀 (ya, ya, memang basbang)

blam!

Kisah modem ZTE MF636 di Debian Squeeze

Kebetulan sekarang pegang modem ZTE MF636, yang di”bundel” dengan kartu 3, katanya gratis internetan 3 bulan. Yang nyatanya nggak terpakai, gara-gara sinyal 3 nggak sampai di tempat saya. Jangankan modem, diuji dengan hape saja sinyalnya cuma dapat 1 bar (-__-“). Nomor utama saya, XL, juga sinyalnya “hidup segan, mati semangat”. Cuma Telkomsel yang sinyalnya cukup kuat untuk dideteksi modem ini.

Setidaknya modem ini nggak bikin netbuk mati kalau dicolokin, dan tidak perlu modprobe lagi. Yoi d00d, sudah terdeteksi otomatis. Tinggal utak-atik settingan di Network Manager sahaja. Isikan apn, nomor sambungan, dan DNS Google, beres.

Yang bisa dikeluhkan cuma tarif-kuota-speed yang kadang-kadang saya rasa tak seiring-sejalan…