External harddisk di Debian

Ceritanya, seorang teman minta disalinkan beberapa berkas installer (ilegal, tentu) dari netbuk saya ke harddisk eksternal miliknya. Kabel dicolokkan, harddisk terdeteksi. Eh rupanya cuma bisa baca thok, nggak bisa paste. Read-only, katanya.

Pertama saya curiganya nggak bisa karena hak akses kurang tinggi. Tapi setelah jadi root pun, tetap saja itu harddisk read-only. Habis akal. Untungnya teringat untuk periksa satu hal dulu: mount. Dan ternyata harddisk eksternalnya pakai format ntfs, sedangkan Debian Squeeze yang saya pakai belum dipasangi ntfs-3g. *beneran tepok jidat*

Karena nggak tahu mana yang saya perlukan, saya install saja semua paket berawalan ntfs dari repo

sudo apt-get install ntfs*

Beres. Harddisk eksternal jadi bisa di-baca-tulis-i. Tapi kadang-kadang unmount sendiri. Yang ini saya kira karena kabelnya soak 😛

Konfigurasi .cmus/rc

Tiba-tiba saja, cmus yang saya pasang di Debian Squeeze ngambek, tidak mau lagi memutar puluhan berkas mp3 yang diantrikan di playlist. Usut punya usut, rupanya output tidak didefinisikan di konfigurasinya. Entah apa sebabnya, soalnya cmus belum sempat saya utak-atik, jadi dia dijalankan dengan konfigurasi default.

Jadi saya coba hapus berkas .cmus/autosave dan .cmus/cache, lalu setelah menjalankan cmus, konfigurasinya diatur supaya outputnya pakai alsa. Rupanya mempan, cmus mau muter lagu. Tapi kalau dimatikan lalu dijalankan lagi, cmus lagi-lagi membisu.

Setelah baca-baca manual, ketemu juga obatnya. Cukup buat berkas .cmus/rc berisi baris-baris dibawah ini

set output_plugin=alsa
set dsp.alsa.device=default
set mixer.alsa.device=default
set mixer.alsa.channel=master

Cespleng, cmus sekarang bisa dijalankan tanpa masalah lagi 😀

Edit:
Lebih baik pakai channel PCM daripada channel Master
set mixer.alsa.channel=PCM