This is Dvoraaak!

Bermula dari komiknya Niwatori, lalu kesintingan moderator di forum Kafegaul (yang membongkar keyboard laptop menjadi layout Dvorak), saya jadi penasaran bagaimana rasanya menggunakan keyboard Dvorak. Kebetulan ada keyboard bulukan yang cocok jadi bahan percobaan.

Told ya, it's "bulukan"

Setelah keyboard dibongkar dan disusun ulang, berikutnya adalah mengatur agar Ubuntu mengenali Dvorak (System -> Preferences -> Keyboard). Pada tab layout. klik Add untuk menambahkan layout Dvorak dan menjadikannya sebagai default. Saya juga mengatur Layout options agar bisa berpindah layout Qwerty-Dvorak cukup dengan menekan kombinasi tombol CapsLock+Shift kedua tombol Shift .

Setelah mencoba Dvorak, rasanya agak kagok, karena sudah tahunan menggunakan Qwerty. Ditambah lagi tombol di keyboardnya agak pudar, menyulitkan saya menemukan tombol yang diinginkan. Tapi lumayan juga, sebagian letak tombol sudah sedikit nyantol di otak (tepatnya, tombol huruf vokal😀 )

Konon layout Dvorak ini diciptakan dengan tujuan agar penggunanya nyaman dan efektif mengetik, tidak seperti Qwerty yang diciptakan untuk kemudahan produsen mesin tik (bukan untuk kemudahan penggunanya!). Varian layout keyboard lainnya yang didesain untuk kemudahan penggunanya adalah Colemak (nah, macam mana pula itu?).

Oh ya, postingan ini 100% ditulis menggunakan Dvorak😀

One thought on “This is Dvoraaak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s