Kenapa pakai Linux?

Beberapa rekan pernah bertanya “Ngapain sih lu pakai Linux?”. Biasanya saya memberi jawaban “Bebas virus”, “Hemat RAM”, “Gratis” atau langsung menunjukkan efek Compiz yang bikin layar muter-muter itu😀 . Habis kalau saya beri jawaban filosofis, nanti mereka ngantuk pula mendengar omongan saya (tak ada bakat jadi pembicara publik😀 ). Jadi saya tulis disini saja; mereka enak bacanya, saya tak perlu bicara berbusa-busa.

Saya menggunakan Linux karena Linux itu Free/ Open Source Software. Mungkin ada yang pernah mendengar atau membaca analogi distro Linux menggunakan ketchup ataupun nasi goreng. Racikannya macam-macam, tapi tetap saja “ketchup” atau “nasi goreng”. Tapi saya memaknainya sedikit berbeda. Bagi saya, distro Linux itu nasi goreng dengan bahan dan resep yang tertulis rinci pada poster yang ditempel di pintu warung.

Terus kenapa ?

Kalau berdasarkan analogi saya, dengan dibeberkannya “bahan & resep”, saya sebagai “pelanggan” bisa yakin tidak ada yang aneh-aneh didalam “nasi goreng” itu. Sama halnya dengan distro Linux. Karena program-program komponen distro Linux sebagian besar adalah Free/Open Source Software, pengguna bisa melihat kode sumber dari program-program tersebut. Pengguna dengan kemampuan pemrograman yang cukup bisa me-review program tersebut, atau malah menambahkan sedikit “bumbu” hingga “nasi goreng” programnya terasa lebih “mantap”.

Halah, kayak lu jago bikin program aja.

Lho, justru karena saya ndak ngerti coding makanya Open Source Software lebih baik bagi saya. Setidak-tidaknya, dengan terbukanya kode sumber, saya bisa merasakan si pengembang program beritikad baik, membuat program demi kemashlatan bersama. Kalaupun ada sesuatu “masalah” dengan program tersebut, akan ada puluhan, ratusan atau ribuan programmer lainnya yang akan “membunyikan alarm” dan “membasmi” masalah tersebut. Gampang kok, ini kode sumbernya terbuka begitu. Coba kalau kode sumbernya tertutup, siapa yang tahu apa yang akan dilakukan program tersebut selain si pembuat. Jangan-jangan setelah enam bulan dipakai, program yang kode sumbernya tertutup itu akan mengenkripksi data-data penting dan untuk mendekripsi data mesti bayar dulu ke si pembuat program, misalnya😛 . (Ada analogi lain untuk program dengan kode sumber tertutup: Apakah Anda mau memakan produk makanan yang tidak mencantumkan keterangan bahan-bahan di kemasannya?:mrgreen: )

Kesimpulannya? Kalau mau hati tenang ya pakai Linux atau program Free/ Open Source lainnya. Lagipula halal gitu loh😀 .

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009

One thought on “Kenapa pakai Linux?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s