Bye Slack, welcome Xubuntu

Setelah banyak mengingat, menimbang, dan memperhatikanšŸ˜€ , akhirnya saya menggusur Slackware 12.0 di komputer kedua yang saya gunakan dan menggantinya dengan Xubuntu 8.04.

Slackware memang mengagumkan.Bahkan dengan kapasitas RAM hanya 128MB (dipotong 8MB untuk VGA), Slack masih berjalan mulus. Bahkan menggunakan desktop KDE 3.5 pun tak merongrong kinerjanya sama sekali. Sayang ada beragam masalah lainnya, seperti wheel scroll tak berfungsi, suara hanya keluar jika login sebagai root, hingga MySQL yang tak berjalan. Mungkin sedikit investasi waktu dapat memecahkan masalah tersebut, tapi bagi saya terlalu merepotkan. Karena itu saya lalu beralih ke Xubuntu.

Di lain pihak, Xubuntu ternyata berjalan amat lambat pada RAM 128MB. Mengherankan sekali, mengingat mode LiveCD-nya berjalan cukup mulus dengan kapasitas RAM yang sama. Solusinya? Tukar tambah:mrgreen: . Keping RAM 128MB tersebut ditukar dengan salah satu keping RAM 256MB yang terpasang di komputer yang terinstall Ubuntu. Kini Xubuntu berjalan mulus, terlalu mulus malahan.

Ubuntu juga membuat saya tercengang. Walaupun komputer tempat Ubuntu bercokol RAM-nya kini tinggal 384MB (256 + 128), efek desktop masih dapat dijalankan dengan baik. AwesomešŸ˜€ .

One thought on “Bye Slack, welcome Xubuntu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s