Music on Console

Di saat baru menggunakan Xubuntu ini, saya menggunakan Songbird sebagai pemutar lagu default (soalnya siapa sih yang pakai Totem?). Masalahnya, Songbird ini berbasis Firefox. Padahal saya pakai Xubuntu ini tujuannya untuk belajar pengembangan aplikasi-web, berarti otomatis pakai Firefox. Nah, kan jadi tidak efisien begitu, menjalankan Firefox dan Songbird bersamaan. Menghabiskan memori saja. Apalagi Songbird terasa lebih berat daripada Firefox.

Apa akal?

Tentunya install moc dong. moc (Music on Console) adalah aplikasi pemutar musik yang dijalankan dari console. Berbeda dengan mpg123 atau mpg321 yang full teks, mocp menggunakan tampilan antarmuka berbasis ncurses. Sederhana, tapi cukup intuitif. Selain itu, tampilan moc tak perlu dibuka terus. Cukup tekan q, maka kita kan kembali ke terminal prompt, sementara moc terus berjalan di background. Terminal jadi bisa digunakan untuk hal lainnya.

Tampilan moc

Tampilan moc

Mantap tho? πŸ˜€

Photoblogging : Linux di Dinas Pendidikan Pangkalpinang

Akhir Agustus kemarin (kalau tidak salah ingat), saya berkesempatan “mengintip” ruang seksi ICT Dinas Pendidikan Pangkalpinang. Tiga diantara beberapa komputer di ruang tersebut ternyata menggunakan Linux Ubuntu 8.04. Lainnya? Tentu saja OS “yang itu tuh” πŸ˜€

See that Heron ? :D

See that Heron ? πŸ˜€

Juga dipajang beberapa poster bertema F/OSS

Sayang semangat F/OSS sepertinya masih belum menular ke sekolah-sekolah 😦 Pengadaan komputer sudah ditentukan speknya; OS bawaan vendor (dan tak ada vendor yang memasang Linux). Aplikasi lainnya? Karena tidak ditentukan dalam spek tender, berarti harus dipasang sendiri oleh staf TI sekolah masing-masing. Dengan demikian, hampir dapat dipastikan yang legal cuma OS-nya.

Ied Mubarak

Mohon ma’af lahir batin πŸ˜€

In spirit of Ied, I’d like to apologize to every people who knows me for every offensive words & things that I might have inflicted upon you [of course, you really don’t have to grant the forgiveness if you think that I do not deserved it : )]. Selamat Idul Fitri πŸ˜€

Edit : It was either Id or Eid, not “Ied”. Arrrgggghhhhh

Wine on Ubuntu 8.04

Since the RAM-swapping between my Xubuntu & Ubuntu desktop, I’m no longer could use the Windows virtual machine on top of VirtualBox on the Ubuntu desktop. It couldn’t met the minimum memory requirement. This posed a problem, since I usually run ThunderbirdPortable on that virtual machine. How could I read my e-mail and feed now?

Then I remembered Wine, an emulator (though the developers said that WINE Is Not Emulator) to run Windows executable (program) on non-Windows system. My previous attempt to install Wine package taken from Ubuntu repository a year ago ended with failure. It couldn’t launch any Windows application I needed, because of who-knows-why. But since it’s already been a whole year, I thought that there’s must’ve been some improvements applied on the package, and it might worth trying to install Wine for the second time.

I downloaded wine and binmft-support, and installed them immediately. It was a relief when I find out that Wine actually worked. ThunderbirdPortable launched just fine. Sure, there’s some font hiccup (they’re a bit bigger compared to when Thunderbird Portable launched on Windows), but that’s minor.

Here’s the obligatory screenshot.

ThunderbirPortable using Wine to run on Ubuntu

ThunderbirPortable using Wine to run on Ubuntu

Removing VirtualBox? Nahhh, it can still run the lightweight LinuxPuppy without problem. But I will get rid the Windows virtual disk image, eventually. That’ll surely give me a whopping 4GB free disk space.

Hmm, how long has it been since the last time I wrote article for this blog in English? :mrgreen:

Prediksi awal Syawal dengan Stellarium

Karena kemarin sudah menulis tentang prediksi awal Ramadhan, saya pikir kenapa tidak sekalian menulis tentang prediksi 1 Syawal ?

Stellarium diatur dengan lokasi kota Pangkalpinang (mengira-ngira dengan patokan Palembang), landscape dipilih ocean agar lebih jelas melihat kapan matahari terbenam.

Pertama saya mengatur Stellarium pada waktu 19 September 2009.

Hingga beberapa saat sebelum matahari terbenam, hilal sudah muncul meski samar-samar. Derajatnya pun mencukupi, antara 8Β° hingga 5Β° di atas ufuk. Jadi saya pikir mestinya keesokan harinya (20 September) sudah bisa sholat Ied dan menyerbu ketupat πŸ˜€ Yah, tapi bagaimanapun juga kita mesti tunggu keputusan pemerintah toh?

NB. Sepertinya KStars juga menunjukkan hasil yang sama (Minggu sudah Lebaran)

Tombol cepat untuk Unicode

Dulu capek sekali kalau mau menggunakan karakter khusus seperti Β¬, Β©, atau β„’ kalau sedang pakai Ubuntu. Mesti buka Character Map dulu, lalu cari karakter yang diinginkan, di-copy, lalu di-paste. Kalau di Windows kan pakai Alt+NumPad. Kalau di Ubuntu, apa padanan shortcut-nya?

Eh ternyata, baru-baru ini di milis id-Ubuntu ada yang menanyakan hal yang sama. Tak dinyana jawabannya amat gampang : Ctrl+Shift+U, ketikkan kode Unicode-nya, lalu tekan Enter. Hwalah, ternyata cuma begitu saja toh. Hmm, berarti sekarang tinggal menghapalkan kode Unicode untuk beberapa karakter yang sering saya gunakan πŸ˜€ .

Terimakasih kepada rekan-rekan di milis id-Ubuntu πŸ˜€

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009