Melihat hilal dengan Stellarium

Kemarin, Departemen Agama RI, Departemen Komunikasi & Informasi RI, MUI, dan ormas-ormas Islam (dan siapa lagi ya?) bersidang untuk menentukan awal Ramadhan. Dan berdasarkan pengamatan hilal serta ijtima’ ulama, disepakati bahwa awal Ramadhan jatuh pada Jum’at malam, 21 Agustus 2009.

Saya sebagai masyarakat biasa manut saja dengan keputusan tersebut. Tapi saya juga tergelitik untuk membuktikan sendiri, betul tidak hilal tidak terlihat pada Kamis sore, sehingga bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari, baru masuk bulan Ramadhan.

Saya tidak punya teropong, juga tidak tahu cara melihat hilal dengan mata telanjang. Pun malas mencari tempat pengamatan yang bebas halangan ke kaki langit di arah barat. Jadi saya gunakan cara yang simpel saja; dengan Stellarium 0.9.1 pada Ubuntu 8.04.

Hasil rendering Stellarium untuk hari Kamis, 20 Agustus 2009, dari kota Pangkalpinang

Screenshot Stellarium - 20 Agustus 2009

Screenshot Stellarium - 20 Agustus 2009

Hingga hampir terbenamnya bulan, hilal tidak jua terlihat.

Bagaimana dengan hari ini, Jum’at, 21 Agustus 2009?

Screenshot Stellarium - 21 Agustus 2009

Screenshot Stellarium - 21 Agustus 2009

Hilal sudah muncul! Berarti malam ini sudah tarawih, dini hari besok sudah sahur, dan besok siang (Sabtu) mesti puasa.

Marhaban ya Ramadhan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s