Listrik : kebutuhan primer ?

Sabtu kemarin, kota Pangkalpinang mengalami pemadaman menyeluruh mulai dari sekitar jam 9 pagi hingga kira-kira jam 4 sore. Rumah kami malah mengalami pemadaman hingga jam 11 pagi hari Minggu ini, karena ternyata ada kabel yang terbakar di kotak sekring dan harus diperbaiki dulu. Karena itu saya tidak bisa mengikuti perkembangan berita bom Kuningan; ndak mungkin kan saya meninggalkan rumah dalam keadaan gelap-gulita hanya untuk menumpang nonton TV tetangga sebelah?

Rasa simpati saya untuk para korban bom.

Kembali ke soal listrik. Selama pemadaman itu saya bingung mau ngapain. Ternyata sudah sedemikian rupa masyarakat bergantung pada listrik. Akitifitas masyarakat nyaris lumpuh tanpa adanya listrik. Arus informasi juga macet, karena yang bisa diandalkan tinggal koran. TV dan internet tak dapat dinikmati masyarakat, sedangkan siaran radio hanya bisa didengar selama baterai radio masih menyimpan tegangan (itupun kalau stasiun radionya punya genset sehingga masih bisa beroperasi). Pengguna HP harus berhemat-hemat dengan baterainya jika tidak ingin terputus dari dunia luar. Bensin dan solar harus dibeli dari kios (dengan harga berlipat kalau persediaan menipis), karena pompa BBM di SPBU tak bisa dijalankan kalau listrik padam.

Dulu sewaktu masih SD, guru saya mengajarkan kalau kebutuhan primer manusia itu ada 3 : pangan (makanan), sandang (pakaian), papan (rumah). Apakah sekarang sudah jadi lima, dengan tambahan stroom dan BBM?

Mesin ketik untuk polisi New York

No kidding

The city is plunking down nearly $1 million on typewriters for its keystroke cops.

That’s right — typewriters.

Despite the adoption of high-tech equipment that can read license plates from the air and detect radiological events before they happen, manual and electric typewriters continue to be used throughout the NYPD — and they won’t be phased out anytime soon, officials told The Post.

In fact, just last year, the city signed a $982,269 contract with New Jersey-based Swintec for the purchase of thousands of new manual and electric typewriters over the next three years — some of which retail for as much as $649 apiece.

In both cases, NYPD expenditures account for the bulk of the contract, sources told The Post.

Although most of the NYPD’s arrest-report forms have been computerized, cops still use typewriters to fill out property and evidence vouchers, which are printed on carbon-paper forms.

There are typewriters in every police precinct, including one in every detective squad.

“It just doesn’t make sense that we can’t enter these [vouchers] on computer,” one cop told The Post.

http://www.nypost.com/seven/07132009/news/regionalnews/typewrite__wrong_178919.htm

I don’t know whether to laugh or to LAUGH :mrgreen:

SERIS (SMS Election Result Information System)

Sebelumnya, selamat kepada mas Abdullah Andi Koro, Digit Oktavianto, Harry Sufehmi, Johan Rukmana, Riyogarta, Rizki, Wibisono Sastrodiwiryo dan Yanmarshus atas keberhasilan mereka membangun pilot project sistem informasi hasil pemilu yang handal. Ini bukti bahwa IT memang seharusnya mempermudah pekerjaan manusia, bukannya membuat masalah (seperti pilleg kemarin).

Pilihan menggunakan SMS sebagai sumber informasi data menurut saya sangatlah brilian. Sederhana, familier, praktis dan murah (seperti postingan mas Yahya baru-baru ini, Keep It Simple Stupid). Dengan reputasi nama-nama seperti yang tercantum di awal postingan ini, sulit membayangkan kalau mereka tidak menerapkan pengamanan maksimal pada sistem ini.

Baca lebih lanjut

To the unknown girl

We didn’t know each other, only passing by on the walk of life
But do you know, how I’d always impatiently waiting for that moment?
When you walked by, with that warm smile on your face?

Miracle
On the glimpse of that smile, my spirit feel invigorated in an instant
I also smiled, and would thought “Ah, this would be a joyous day”
How couldn’t that be a miracle?
To create happiness, isn’t that the work of magic
that would touch to the deepest place in heart?

But then one day, I didn’t see you
The day after, I didn’t see you either
Also on the other day after, never I saw you again

I felt down
But then I saw people smiling more
And so I thought “Ah, she must have gone to give smiles to people.
They need her more than me, as this world used to be gloomy”

And I feel satisfied, knowing that I’ll see your smile everywhere