Rujuk dengan Elyssa

Sejak hari minggu kemarin, saya kembali menggunakan LinuxMint 5. Kenapa? Karena saya dengan sukses mengacaukan dpkg di Ubuntu 8.04.

Sebelumnya saya mau coba install versi terbaru Campcaster (padahal ndak punya pemancar, gemblung memang). Masuk ke direktori tempat paket-paketnya terinstall, lalu beri perintah sudo dpkg -i *. Loh, dependensinya kurang? Ndak masalah, jalankan Synaptic, lalu Mark for compelete removal paket-paket yang diinstall itu, beres toh? Ternyata tidak, hasilnya error. Paket campcaster station membandel tak mau ditendang keluar. Bahkan sudo dpkg -P campcaster-station pun tak mempan. Synaptic dan dpkg pun semaput, tak bisa menginstall paket baru.

Nah, karena saya ini newbie pendek-akal-pendek-kesabaran, langsung saja saya putuskan install ulang. Kan paling banter cuma habis 20 menit. Jadi CD-RW yang isinya hasil bakaran AptOnCD dihapus dan ditulis ulang dengan iso Hardy. Reboot, install Ubuntu, jalankan 7 langkah mudahnya, lalu klik OK. Terus ditinggal deh.

Celakanya, ternyata instalasi Ubuntu memakan waktu lebih lama dari biasanya, bahkan mungkin ndak bakalan selesai-selesai. Progress bar instalasi Ubuntu macet di 42% (heh, looks like Life, Universe & Everything decided to give me a hard time). Cilaka!

Jadi saya reset paksa itu komputer dan masuk ke Jaunty, lalu bakar ulang file iso. Kali ini saya tes dulu integritas hasil bakar-bakarnya di Brasero. Dan ternyata tidak lulus, integrity test-nya macet di 55%. Benar-benar cilaka, file iso Hardy cuma satu itu, sedangkan DVD Infolinux sumber file iso itu entah terselip dimana.

Untungnya DVD yang bonusnya LinuxMint 5 tidak ikut terselip. Jadi begitulah, Elyssa diinstall di partisi / eks-Hardy. Dan setelah update /etc/fstab, menyelipkan beberapa backup file konfigurasi sistem dan user, instalasi paket-paket dari partisi data, Elyssa siap beraksi.

Tidak ada masalah sejauh ini. F-Spot masih mengenali tagging sebelumnya di Hardy, Rythmbox masih mengingat playlist dan playcount sebelumnya di Hardy. Bahkan Virtualbox pun tidak perlu disetting ulang (padahal ndak saya backup lho, saya biarkan saja di /home). Cukup install saja, lalu semua settingnya balik lagi seperti sewaktu masih di Hardy. Pendek kata, semua aplikasi seakan-akan tidak tahu kalau OS-nya sudah diganti (berkah membuat parisi /home tersendiri, mungkin?).

Tapi saya masih ndak sreg kalau ndak pakai Hardy. Ada yang mau berbaik hati mengirimi saya CD Ubuntu 8.04 ?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s