Kemarau atau hujan?

Zaman saya masih SD dulu, pola cuaca di kota Pangkalpinang kira-kira begini:

Januari, musim hujan telah melewati puncaknya. Februari, intensitas hujan mulai berkurang. April, mulai masuk musim kemarau. Juni, antre jerigen air minum di sumur dan pompa umum (untuk mandi, antre jerigennya di hutan rumbia/nipah). Juli, puanass rek. September, ademan dikit karena mau masuk musim hujan. Oktober, tetesan hujan mulai turun dari langit. November-Desember, awan-awan mencapai “bocor maksimal”.

Polanya persis seperti di buku pelajaran IPA dan IPS untuk sekolah dasar terbitan Intan Pariwara. Musim hujan itu dari Oktober sampai Maret, sedangkan musim kemarau dari April sampai September. Turun temurun selalu begitu.

Itu dulu.

Sekarang ini, hingga akhir November pun matahari masih terik, sedangkan di bulan Mei saya bertanya-tanya kenapa kok ya masih hujan. Bahkan kemarin, siang hingga sore Pangkalpinang diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Mirip badai, malahan. Atap-atap rumah berterbangan dan pohon-pohon tumbang.

Benar-benar ada sesuatu yang salah nun tinggi di langit sana.

One thought on “Kemarau atau hujan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s