Folder, folder, dimanakah engkau?

I encountered some weird problem a couple days ago.

A colleague copied several important files on a folder to my flashdrive. I know the file transfer went well because I saw those files and their content. All that process are on a Windows client.

Now this is where things got weird. When I open the content of my flashdrive at home, on a Ubuntu client, that folder disappeared. Only that single folder. Other folders and files were still there, left intact. I’m baffled. How come that folder just went missing? If it were a work of virus/worm, there should be traces of virus/worm, yet there is none. Maybe the folder was hidden? But I’m using Ubuntu. There’s no way you can hide any files or folders, provided that you’re granted the permission (and know the correct command, ls -a).

I can’t think any logical reasons that could explain this situation.

In the end, I have to copy those files again. And this time, the folder is still there. Thank God.

(Backup, fast…)

800MB and still counting

Sudah ada 800-an MB total jumlah virus yang bercokol di salah satu direktori data pada Hardy.

virus, virus, dan virus...

virus, virus, dan virus...

Saya kadang-kadang heran sendiri, buat apa coba, mengkoleksi virus-virus hasil bersih-bersih flashdrive-flashdrive yang diimpor dari OS “yang itu tuh”. Toh, ndak bisa saya bongkar jeroannya, ndak bisa ngapa-ngapain Hardy dan hanya menuh-menuhin harddisk saja.

Ehmm, ada yang berminat menambahkan tumpukan virus lagi ke Linux saya? :mrgreen:

Just some ramblings

  1. Soal masalah Hardy, ternyata cuma gara-gara keping CD-RW yang bapuk (padahal baru ditulisi beberapa kali). Tadinya sudah khawatir file iso Ubuntu-nya yang korup. Masya harus download baru? Hardy kini kembali menguasai partisinya setelah sempat digusur Elyssa.
  2. I claimed a Facebook username (http://www.facebook.com/willypermana). Also told several colleagues about this newest Facebook feature so they can get their (unique) username too.
  3. Heran betul dengan siswa SMA Depati Amir Pangkalpinang. Tahun ini konon dari 127 siswa, hanya 12 siswa yang lulus. Tapi teteeep, corat-coret dan konvoi. Menghibur Menipu diri sendiri dan karena jealous dengan rekan-rekan dari sekolah lain?

    Seorang teman nyeletuk “Ndak mikir apapun. Yang penting bebas, liar dan hepi”

    Hwarakadah!

  4. Sepertinya akan kerja rodi hingga Senin nanti.

Rujuk dengan Elyssa

Sejak hari minggu kemarin, saya kembali menggunakan LinuxMint 5. Kenapa? Karena saya dengan sukses mengacaukan dpkg di Ubuntu 8.04.

Sebelumnya saya mau coba install versi terbaru Campcaster (padahal ndak punya pemancar, gemblung memang). Masuk ke direktori tempat paket-paketnya terinstall, lalu beri perintah sudo dpkg -i *. Loh, dependensinya kurang? Ndak masalah, jalankan Synaptic, lalu Mark for compelete removal paket-paket yang diinstall itu, beres toh? Ternyata tidak, hasilnya error. Paket campcaster station membandel tak mau ditendang keluar. Bahkan sudo dpkg -P campcaster-station pun tak mempan. Synaptic dan dpkg pun semaput, tak bisa menginstall paket baru.

Nah, karena saya ini newbie pendek-akal-pendek-kesabaran, langsung saja saya putuskan install ulang. Kan paling banter cuma habis 20 menit. Jadi CD-RW yang isinya hasil bakaran AptOnCD dihapus dan ditulis ulang dengan iso Hardy. Reboot, install Ubuntu, jalankan 7 langkah mudahnya, lalu klik OK. Terus ditinggal deh.

Baca lebih lanjut

Romantis via SMS

Meskipun kadang-kadang ditodong jadi penerjemah tanpa bayaran oleh teman-teman, saya rasanya jarang mengeluhkannya. Toh biasanya yang mesti saya terjemahkan tidak terlalu panjang. Juga baik untuk melatih “sense” alih-bahasa saya yang masih dibawah pas-pasan. Tahu sendirilah, kalau menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris atau sebaliknya itu tidak bisa kita menerjemahkan kata-per-kata, tapi harus sesuai konteks kalimat. Kalau terjemahnya kata-per-kata (dengan kamus, Transtool, Google translate, dll) bisa-bisa muncul terjemahan konyol seperti “I’m counting on you” menjadi “Aku menghitung padamu” (You read this, Naruto Indonesian-translation team? :P).

Tapi baru kemarin saya diminta menerjemahkan SMS cinta-cintaan ABG. Blaik!

Baca lebih lanjut

Kemarau atau hujan?

Zaman saya masih SD dulu, pola cuaca di kota Pangkalpinang kira-kira begini:

Januari, musim hujan telah melewati puncaknya. Februari, intensitas hujan mulai berkurang. April, mulai masuk musim kemarau. Juni, antre jerigen air minum di sumur dan pompa umum (untuk mandi, antre jerigennya di hutan rumbia/nipah). Juli, puanass rek. September, ademan dikit karena mau masuk musim hujan. Oktober, tetesan hujan mulai turun dari langit. November-Desember, awan-awan mencapai “bocor maksimal”.

Baca lebih lanjut