Pengalaman menggunakan Linux

Tak terasa sudah hampir satu tahun saya menggunakan distro GNU/Linux secara permanen. Sebelumnya saya hanya menggunakan Linux dalam bentuk Live CD, yaitu Mandrake Move (10) dan Ubuntu 7.10. Saya ingat betul Mandrake pernah menyelamatkan data My Documents di partisi C: yang hendak diinstall ulang karena dihantam virus. Kalau tidak salah, juga pernah mencoba Ubuntu 5.04, yang tidak bisa booting sama sekali.

Kalau tidak salah ingat, Mei/Juni 2008 saya memutuskan untuk menginstall Ubuntu 7.10 di komputer rumah, dual booting dengan XP. Umurnya si Gutsy tidak panjang, karena XP perlu diinstall ulang dan kebetulan ada iso Ubuntu 8.04 bonus InfoLinux, jadi saya mengambil kesempatan itu untuk menata ulang partisi harddisk. Ruang yang lebih lega untuk instalasi Hardy di harddisk, begitu.

Sempat berganti-ganti dengan Linux Mint 5.0 dan Ubuntu 8.10, tapi rupanya Hardy-lah yang paling cocok dengan saya hingga saat ini. Juga sempat mencoba Kubuntu, openSUSE, Puppy, Slax, DSL, dan yang terbaru Slackware, baik install di harddisk maupun di VirtualBox, hanya untuk coba-coba.

Sekarang saya mulai terbiasa dengan Linux, tapi malah jadi kagok ketika menggunakan Windows. Saya sering lupa kalau Ctrl+Alt+Fn, Ctrl+Alt+arrow, Alt+F2 menghasilkan efek yang berbeda di XP, sering lupa tidak bisa set file permission di XP. Juga betapa command prompt benar-benar tidak saya hiraukan, padahal di Linux sebentar-sebentar saya membuka gnome-terminal walau hanya beberapa perintah penting yang saya kuasai. GUI Linux sekarang ini memang ramah (dan keren!) , tapi saya mulai belajar bahwa command-line lebih powerful dan sering kali lebih cepat.

Menggunakan Linux itu mudah, kalau kita tetap di GUI. Bahkan command line-nya pun tidak seseram yang saya duga. Bagi saya malah agak sedikit menyenangkan. Tentu saja ada sedikit masalah kecil disana-sini, seperti kompatibilitas file OOXML (alias MS Office 2007) atau file .txt (!). Atau keharusan download dependency satu-persatu di warnet karena ketiadaan koneksi internet. Still, compared to headaches given by Windows XP (virus, registry error, install ulang; pilih dua), Linux actually gives so little burden. Mungkin hanya perasaan saya saja, tapi rasanya kok di Linux saya lebih produktif (less gaming, more working and still have fun).

Sekarang komputer kami statusnya adalah multiple boot : Hardy, Slackware12.2, XP dan Jaunty. Dan sepertinya, saya akan tetap menggunakan Linux di komputer ini sampai komputer ini “tewas”. Ganti komputer baru, salah satu OS-nya nanti juga akan Linux (kecuali kalau dapat Mac hehehe).

6 thoughts on “Pengalaman menggunakan Linux

  1. gua pengen banget make linux..cuma ada pertanyaan nih..
    di linux bisa software seperti ofice 2007 atau pake open office aja ya?
    bisa terkoneksi dengan internet?
    menginstal driver bagaimna?kan tidak disediakan utk linux..
    gua dah muak sama microsoft nih..

    • OpenOffice biasanya jadi aplikasi office standar di distro Linux, versi terbarunya (3.x) bisa membaca file MS Office. Ada juga yang menyertakan KOffice (Office suite KDE) atau Abiword+Gnumeric (writer dan spreadsheet ringan). MS Office konon bisa dijalankan dengan Wine, tapi saya belum pernah coba.

      Kecuali anda tidak beruntung, biasanya sih tidak perlu install driver macam-macam lagi. Kalaupun perlu menginstall driver, biasanya pencarian di Google menghasilkan suatu solusi

  2. thanks mas willy..baru saya post komennya langsung dibalas toh..:)
    apa software2 yg bisa jalan di vista bisa dipake di jaunty?..seperti mobile partner utk modem..

    saya juga dah mesan di ship it..tapi blum datang..

    saya pernah mau download jaunty..ada pilihannya utk amd..maksudnya apa ya? laptop saya amd..

  3. Software Windows tidak bisa dijalankan di Linux, kecuali menggunakan emulator (Wine, Crossover). Hasilnya pun belum tentu sempurna, namanya juga emulasi. Jalan lainnya menggunakan virtualisasi, dimana software tersebut dijalankan di mesin virtual Windows.

    Pilihan AMD itu maksudnya prosesor 64bit. Kalau prosesor di laptop anda AMD64/Intel64, gunakan iso amd64. Tapi kalau masih 32bit, gunakan iso i386. Sebenarnya, prosesor 64 bit juga bisa menerima iso 1386. CMIIW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s