Slacky, here I come

Waktu kemarin kang Tatang menulis tentang Slackware 12.2, saya jadi kepincut pengen nyobain juga. Kebetulan di rumah sedang ada komputer lungsuran. Spek Intel Celeron entah-berapa-GHz, dan 128MB RAM. Cocok sekali sebagai kelinci percobaan😀 . Jadi saya niatkan membeli InfoLinux edisi April 2009, yang menyertakan bonus DVD Slackware 12.2.

Ealah, ternyata stok InfoLinux di agen sudah habis. Cari-cari di eceran, ndak ada juga (Apa di Pangkalpinang ini banyak penggemar Linux ya?😀 ). Untunglah seorang putri yang cantik, baik hati dan suka menolong😉 berkenan mencarikan majalah dimaksud. Dan hari ini, sebuah amplop dari Inderalaya saya terima, berisikan InfoLinux edisi April 2008, komplit dengan bonus DVD Slackware. Alhamdulillah.

Tapi agak berkerut juga kening ini melihat kebutuhan spek minimal untuk Slackware. RAM-nya sih cuma perlu 128, tapi kebutuhan ruang harddisk yang diminta mencapai 16GB. Jauh lebih besar daripada Ubuntu yang hanya membutuhkan ruang 2GB (bahkan setelah saya install macam-macam pun baru “makan” 3,5GB). Tapi ini bisa dimaklumi, mengingat Slackware termasuk tipe distro “segala ada”, seperti halnya Debian, Fedora atau openSUSE. Setidaknya saya seharusnya tidak mesti install macam-macam lagi di Slackware, terutama untuk aplikasi pemrograman.

Yahh, tapi install Slack-nya nanti saja, kalau ada waktu-luang-yang-benar-benar-luang (soalnya “bedhol casing” drive DVD-ROM akan sangat merepotkan sekali). Sekarang main Neverball dulu, yang disertakan dalam bonus DVD InfoLinux April 2008.

Teriring rasa terimakasih untuk Jeanny😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s