Bye-bye, UCL title

Okay, where do I have to start with?

First of all, congratulations to Barcelona and their fans. It was clear that they’re the best team last night. They really have what it takes to be a champions.

Sloppy performance on first half by United. After series of United’s goal attempts on the first ten minutes, Eto’o’s goal makes them lose orientation. They barely managed to hold off Barca’s attack, let alone to orchestrate an attack on Barca’s side. United do found their form on second half, but honestly all hopes is lost when Messi scored Barca’s second goal (I can’t helped but amazed on this little one, surely lots of people felt the same).

Better luck for United on the next seasons.

It’ll be weeks before I can get over this 😦

Iklan

Analisa final ECL dengan Playstation?

Kedengarannya konyol, tapi memang itulah berita yang dilansir harian lokal BangkaPos.

Hari ini, 27 Mei 2009, koran BangkaPos (kelompok Kompas Gramedia) menurunkan berita “Barca dan MU Berimbang” di halaman depan. Yang menarik perhatian saya adalah bagian berikut :

Partai ini dipastikan akan berlangsung ketat dalam tempo tinggi karena Barca dan MU sama-sama mengusung sepakbola menyerang. Kedua tim memiliki kekuatan yang nyaris berimbang.

Berdasarkan data-data dari Pro Evolutions Soccer (PES) 2009 yang dipakai dalam Playstation, kekuatan kedua tim tak jauh berbeda. Jika ditotal 11 calon pemain starter, Barca memiliki kekuatan 12701, sedikit terpaut dari MU dengan catatan 12880.

Data-data berdasarkan kemampuan masing-masing pemain dengan poin maksimal 100. Meliputi kemampuan menyerang, bertahan, keseimbangan, stamina, kecepatan, akselerasi, reaksi, kecerdasan, akselerasi dribel, kecepatan dribel, akselerasi umpan pendek dan panjang, kecepatan umpan pendek dan panjang, serta akselerasi tembakan.

Lima bintang Barca memiliki poin tertinggi yaitu Xavi Hernadez (1216), Andres Iniesta (1228), Lionel Messi (1229), Samuel Eto’o (1267), dan Thierry Henry (1238).

Sementara empat bintang MU dengan poin tinggi adalah Ryan Giggs (1207), Park Ji-Sung (1231), Cristiano Ronaldo (1278) dan Wayne Rooney (1282).

Baca lebih lanjut

Photoblogging: Ain’t a Guitar Hero

Gitaris 3 jurus

Gitaris 3 jurus

Sebenarnya saya cuma tahu satu “jurus” saja, yaitu “Boulevard of Broken Dream”-nya Green Day. Itu pun sering tidak sinkron antara genjrengan dengan vokalnya.

Mumpung lagi ada gitar, belajar ndak ya? Memperluas pengetahuan tentang macam-macam akor, yang sampai saat ini cuma ngerti akor C dan G. Ah, tapi terbayang jari yang ngilu dan perih mencetin senar, sudah patah semangat duluan.

Fight!

Pengalaman menggunakan Linux

Tak terasa sudah hampir satu tahun saya menggunakan distro GNU/Linux secara permanen. Sebelumnya saya hanya menggunakan Linux dalam bentuk Live CD, yaitu Mandrake Move (10) dan Ubuntu 7.10. Saya ingat betul Mandrake pernah menyelamatkan data My Documents di partisi C: yang hendak diinstall ulang karena dihantam virus. Kalau tidak salah, juga pernah mencoba Ubuntu 5.04, yang tidak bisa booting sama sekali.

Kalau tidak salah ingat, Mei/Juni 2008 saya memutuskan untuk menginstall Ubuntu 7.10 di komputer rumah, dual booting dengan XP. Umurnya si Gutsy tidak panjang, karena XP perlu diinstall ulang dan kebetulan ada iso Ubuntu 8.04 bonus InfoLinux, jadi saya mengambil kesempatan itu untuk menata ulang partisi harddisk. Ruang yang lebih lega untuk instalasi Hardy di harddisk, begitu.

Baca lebih lanjut

Ubuntu 9.04, first impression

Pengalaman instalasi Intrepid dahulu yang tidak sesuai harapan membuat saya “sedikit waspada”. Akan bodoh sekali kalau saya menghapus partisi Hardy yang handal itu hanya agar saya bisa mencoba Jaunty. Saya berketetapan hati untuk menggunakan Jaunty hanya “kelinci percobaan”, seperti halnya Slackware. Karena itu saya membuat partisi baru untuk Jaunty. Dari sekitar 8GB ruang harddisk yang tersisa di komputer kami, saya mengalokasikan 4GB untuk uji coba Jaunty.

Instalasi berjalan mulus, 20 menit sudah selesai. Namanya juga Ubuntu. Yang membuat saya kaget adalah sewaktu reboot. Booting Jaunty cepat sekali. It was fast, ridiculously fast. Sempat diukur dengan stopwatch, hasilnya rata-rata 25-30 detik. Padahal saya masih menggunakan ext3, bukan ext4. Sebagai perbandingan, di komputer yang sama Hardy dan XP membutuhkan waktu booting minimal satu setengah menit.

Baca lebih lanjut