Mainan baru : openSUSE 11.1 (part I)

Bagian pertama dari tiga tulisan

Setelah OpenSolaris, sasaran unduh berikutnya saya jatuhkan pada openSUSE 11.1. Saya tidak begitu suka KDE, jadi saya mendownload versi GNOME-nya. Proses download berkas .iso CD openSUSE berlangsung selama 2 jam lebih sedikit, hanya sedikit lebih dari lama daripada download OpenSolaris. Berkas iso tersebut lalu dimekarkan pada sekeping CD-RW yang terakhir kali ditulisi dengan OpenSolaris. Entah sudah berapa kali CD-RW tersebut mengalami tulis-hapus-tulis-dst.

Kali ini saya berniat menginstall openSUSE secara permanen di harddisk. Kenapa tidak diinstall di VirtualBox di atas Ubuntu saja? Karena RAM-nya nggak kuat euy😦 . Untungnya masih ada 6GB unpartitioned space di harddisk utama. Mengingat ini pertama kalinya saya berurusan dengan si bunglon ijo, proses instalasi agak sedikit membingungkan. Saya nyaris saja menghapus seluruh partisi Ubuntu. Untung sekali saya cepat sadar kalau /sda3 adalah tempat bercokolnya Ubuntu.

Bodohnya, saya sama sekali tidak tahu caranya membuat partisi baru dengan openSUSE. Juga sama sekali tidak terpikir untuk mencari panduan di internet sebelumnya. Sementara saya sudah kebelet ingin merasakan openSUSE. Untuk itu liveCD Ubuntu 8.10 jadi andalan. Restart, masukkan CD Intrepid, boot, buat partisi baru dengan GParted, ingat-ingat nama partisinya (/sda7), restart, lalu masukkan kembali CD openSUSE. Ribet ya?

Nah, sekarang pada proses pemilihan disk, saya memilih Custom dan mengatur agar openSUSE diinstall di /sda7. Saya juga mengatur agar GRUB di”tanam” di /sda7, bukan di Master Boot Record (MBR). Setelah puas dengan seluruh setting-an, saya lalu mengklik Install.

Seperti halnya Ubuntu, proses instalasi openSUSE berlangsung singkat. Tidak sampai 20 menit.Proses instalasi selesai, saya pun diminta untuk me-restart komputer.

OpenSUSE lalu melakukan first time configuration. Disini saya menemui masalah. Proses probing kartu grafis tidak berjalan mulus. Maklum deh, chip grafis onboard abal-abal. Setelah dua puluh menit menunggui layar kosong, akhirnya saya me-restart paksa komputer.

Untungnya, sepertinya tidak ada masalah pada openSUSE. Saya tetap dapat login dengan normal. Dan harus saya katakan, graphical GRUB openSUSE memang keren😉 .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s