Anggaran sekolah untuk penyelenggaraan pengajaran TIK

Lagi-lagi sekedar iseng. Sewaktu window shopping di Gramedia, deretan rak buku pelajaran sekolah membangkitkan rasa nostalgia. Ooo, sekarang Teknologi Informasi masuk kurikulum toh? Anak SMA sekarang canggih deh. Saya coba lihat apa saja materi pelajarannya. Windows XP? MS Office? Photoshop? CorelDraw? Kok software berbayar semua? Memangnya SMA atau murid-muridnya sekarang kebanyakan duit ya?

Pake bajakan kok.

Wah, nggak betul ini. Generasi muda kok diajari menjadi pencoleng, koruptor, pelanggar ketentuan Undang-Undang Hak Atas Kekayaan Intelektual. Cukup generasi kita saja yang jadi maling software (yee, mau enaknya sendiri).

Oke deh, pakai software original. Lalu berapa biaya lisensi yang harus dibayarkan?

Windows XP Professional SP2 = $ 380
MS Office 2007 = $ 387
Adobe Photoshop CS3 = $ 649
CorelDraw X4 = $ 359

Total = $ 1775, alias Rp 27300000 (asumsi $ 1= Rp 12000) per komputer. Seandainya mata jadi rabun melihat angka itu, biar saya diktekan : dua puluh juta tiga ratus ribu rupiah, per komputer. Lalu kalikan dengan jumlah komputer yang ada di lab.

Waduh, pakai dana BOS pun tidak akan cukup. Terpaksa memungut iuran komputer “sukarela” dari murid.

Tunggu dulu. Setahu saya, kurikulum tidak mensyaratkan, misalnya, menguasai MS Office tetapi aplikasi pengolah kata. Gunakan saja software free/open source. Ganti MS Office dengan OpenOffice.org, Photoshop dengan GIMP, CorelDraw dengan Inkscape. OS-nya menggunakan GNU/Linux. Biaya yang dikeluarkan menjadi

OS distro GNU/Linux (sudah termasuk OpenOffice, GIMP, Inkscape, dll) = antara Rp 0 hingga Rp 300000

Hanya perlu satu CD, bisa diinstall ke seluruh komputer yang ada di lab. Kurang hemat apa coba? Dana lebih bisa dialokasikan untuk pengadaan komputer yang lebih layak, biaya koneksi internet atau insentif guru honorer TIK:mrgreen:.

Linux itu sulit.
Linux itu tampilannya jelek.

Ah, kata siapa ? Sulit itu kan karena belum pernah coba. Dulu waktu pertama kali menggunakan Windows juga terasa sulit. Tapi karena terbiasa, jadi mudah. Sedangkan mengenai tampilan, GUI (Graphical User Interface) Linux sekarang tidak kalah kinclongnya dari Windows Vista. Sebagai bonus, GNU/Linux relatif bebas virus, jadi tidak perlu sering-sering install ulang.

Tidak ada buku pegangan untuk mengajar

Kalau tidak salah, Kementerian Riset & Teknologi telah merilis buku ajar TIK berbasis open source. Mestinya ada di paket BSE (Buku Sekolah Elektronik) keluaran Depdiknas.

Pokoknya tetap mau pakai Windows XP, sekalipun bajakan!

Yo wis. Tapi, paling tidak, aplikasi lainnya jangan bajakan. OpenOffice, GIMP, Inkscape, ada versi Windows-nya. Tetap bebas biaya lisensi kok. Satu file installer, bisa diinstall ke seluruh komputer yang ada.

Tambahan : Kalau ada sekolah yang sanggup menganggarkan 21juta rupiah ( belum termasuk harga hardware) untuk tiap komputer, mending beli iMac deh:mrgreen:.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s