OpenSolaris : First encounter

Awalnya sekedar iseng. Saat sedang mendownload paket VirtualBox dari website resminya, saya menelusuri link hingga ke website Sun Microsystem. Klik sana-sini, akhirnya ketemu link download OpenSolaris. Saya sudah sering dengar tentang sistem operasi ini, walaupun cuma samar-samar. Tadinya tidak ada niat mau mendownload, tapi saya lihat bisa lewat torrent. Yah, coba dulu deh.

Sungguh mencengangkan, rata-rata down speed mencapai 90kb/s. Padahal biasanya download torrent mentok di 20 kb/s (download-nya di warnet). Apa karena banyak seeder-nya ? Proses download iso OpenSolaris sebesar 600-an MB itu selesai dalam waktu 2 jam lebih sedikit. Walah, jangan-jangan download torrent Ubuntu juga hanya membutuhkan waktu selama itu (Argggh, kenapa selama ini hanya mencoba direct download?).

File iso tersebut lalu di”bakar” pada sekeping CD-RW. Saya lalu mencoba membuat mesin virtual pada VirtualBox. Sayangnya, tidak seperti mesin virtual Windows XP yang hanya membutuhkan 192 MB base memory, OpenSolaris mensyaratkan minimal 512MB base memory. Lha, kalau semua memory digunakan oleh guest (OpenSolaris), bagaimana dong dengan alokasi RAM untuk host (Ubuntu)? Masa saya harus menambah RAM lagi? Slotnya sudah penuh (2×256), lagipula saya ndak punya duit untuk beli baru.

Apa boleh buat, saya hanya bisa menggunakannya sebagai live-CD. Restart.

Kesan pertama saya pada OpenSolaris adalah : lambat minta ampun. Live-CD sih. Mungkin kalau diinstall pada harddisk akan lebih cepat. Sedangkan kesan kedua adalah : loh, kok mirip Ubuntu? OpenSolaris menggunakan desktop GNOME, sama seperti Ubuntu. Dan karena sama-sama merupakan sistem *nix, filesystem-nya juga sangat familier: /, /bin, /mount, /usr, just the usual stuff. Aplikasi-aplikasinya pun mirip : GNOME, Evolution, Firefox, dll. Anehnya, saya tidak melihat OpenOffice.

Secara keseluruhan, OpenSolaris membuat saya tergiur untuk menginstall-nya secara permanen. Tapi kapan-kapan deh. Sekarang incar openSUSE dulu. Mudah-mudahan download torrent-nya sama cepatnya.

Tambahan : Saya mencoba menjalankan OpenSolaris pada VirtualBox. Base memory terpaksa didiskon hingga 219MB, karena VirtualBox mencadangkan sisanya untuk Ubuntu. Booting sangat lambat, dan akhirnya crash di tengah jalan. Pesan error-nya “Not enough memory”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s