Sorry, mate

Skenario:

Seorang teman minta bantuan dibimbing menggunakan MS Word. Saya tunjukkan langkah-langkahnya satu-persatu. Sang teman mengikuti instruksi yang saya berikan, walau dengan terbata-bata. Terbawa suasana, saya mulai jengkel karena sang teman sering lupa cara melakukan suatu perintah, padahal saya baru menunjukkan caranya kurang dari semenit sebelumnya. Akhirnya saya mulai meninggikan suara.

Di akhir sesi, sang teman berkata “Kamu marah ya? Maaf”

It felt like a slap on my face. Saya selalu berasumsi setiap orang setidaknya sama meleknya dengan saya dalam hal menggunakan komputer. Padahal saya tahu bahwa teman saya itu (menurut pengakuannya) baru-baru ini saja menggunakan komputer. Saya sendiri juga tidak jago-jago amat menggunakan komputer. Kok saya malah bersikap tidak bersahabat seperti itu?

Saya secepatnya minta maaf kepada teman saya tersebut. Masih untung saat itu saya belum sampai pada tahap “ketus”. Kalau iya, mungkin “kerusakan” yang terjadi tidak akan bisa saya perbaiki.

Kepada teman saya itu, kalau dia kebetulan membaca postingan ini, sekali lagi saya minta maaf. Anda bersedia kan, memaafkan saya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s