Kembali ke Ubuntu

Elyssa memang sedap dipandang, tapi entah kenapa kok rasanya kalau mau melakukan sesuatu di dalamnya ada perasaan kagok yang sulit dijelaskan dengan kata-kata (halah). Oleh karena itu beberapa hari yang lalu saya putuskan untuk kembali menginstall Ubuntu. Bukan yang Intrepid, karena kiriman CD gratis-nya belum sampai. Saya masih menggunakan Hardy.

Di entri sebelumnya saya mengatakan saya sudah menginstall Hardy. Sebenarnya, waktu itu begitu Hardy terinstall, saya langsung memformat ulang harddisk tersebut, karena hendak menjadikan harddisk tersebut khusus untuk menyimpan dokumen. Sedangkan kali ini saya menginstall Hardy di primary master, bersanding dengan Windows XP.

Instalasi selesai dalam 20 menit. Paket-paket tambahan (plugin untuk mp3, driver printer, paket libc6 dev + IDE, paket msttfonts, dll) terpasang dalam waktu kurang dari 2 menit (behold the power of dpkg).

Bebrapa hari setelahnya, yaitu hari ini, saya mencoba untuk menginstall OpenOffice3, menggunakan berkas OOo_3.0.0_LinuxIntel_install_en-US_deb.tar.gz yang disedot dari repo komo.vlsm.org dengan susah payah. Sayang, OpenOffice3 “versi yang ini” tidak terintegrasi ke Hardy. Hardy meletakkan binary OOo3 ke direktori /opt dan tidak membuat launcher otomatis pada panel Application. Mungkin seharusnya saya mengunduh paket OOo3 langsung dari repositori Ubuntu. Tapi tidak apa-apa, toh saya bisa menambahkan sendiri item OOo3 tersebut.

Screenshot menyusul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s