Cerita instalasi Windows XP

Ada dua OS yang terinstall di komputer rumah kami, yaitu Windows XP dan Linux (Ubuntu atau LinuxMint, tergantung mood saya ingin menginstall yang mana) pada harddisk yang sama. Hanya saya seorang yang menggunakan Linux. Orangtua dan adik saya lebih terbiasa dengan Windows.

Lalu terjadilah. Seperti biasa, Windows memutuskan sudah waktunya untuk crash, lagi, untuk kesekian kalinya. Windows cukup baik hati untuk memberitahukan lewat blue screen bahwa ada masalah dengan driver hardware (sekalipun tidak ada hardware baru yang dipasang), dan saya dipersilakan untuk meng-uninstall driver tersebut (entah yang mana). Masalahnya, bagaimana caranya menghapus driver tersebut kalau saya bahkan tidak bisa masuk ke Windows ? Absurd sekali. Untunglah pada kejadian crash sebelumnya, saya sudah membuat partisi terpisah (DATA) sebagai tempat menyimpan dokumen. Jadi yang harus saya lakukan cukup menghapus partisi sistem Windows, lalu mempartisi dan instalasi ulang.

Ternyata masalah belum selesai. CD installer Windows menolak masuk ke dalam mode setup. Tadinya saya pikir CD-nya yang bermasalah (maklum, CD lama, bukan Service Pack pula). Karena itu saya meminta adik saya yang di Yogyakarta untuk mengirimkan CD installer Windows yang baru. Selama menunggu CD datang, orangtua dan adik saya “terpaksa” menggunakan LinuxMint. Nyaris tidak ada masalah dalam penggunaannya. Dokumen yang tersimpan pada partisi DATA masih bisa diakses dari LinuxMint, baik baca (read) maupun tulis (write). Tampilan Gnome mungkin berbeda dari desktop Windows, tapi orangtua saya sama sekali tidak kesulitan menggunakannya. OpenOffice bisa membaca dan menulis dokumen dalam format MS Office. Satu-satunya masalah adalah saat mencetak dokumen. LinuxMint tidak menyediakan driver untuk printer Canon PIXMA iP 1000 yang kami gunakan (printer lawas, sih). Driver yang tersedia di repo UGM memungkinkan printer tersebut untuk mencetak dengan pengaturan dokumen secara minimal, tapi kalau pengaturan dokumen secara detail sih, nyerah.

Beberapa hari berlalu, CD installer yang ditunggu pun tiba. Windows XP Professional coy, Service Pack 2 pula (walaupun bajakan). Sialnya, lagi-lagi tidak bisa masuk ke mode setup. Frustasi, akhirnya saya menyarankan untuk mengganti harddisk (Kalau masih tidak bisa setup juga, remukkan saja motherboard jadi berkeping-keping).

Sungguh melegakan, akhirnya bisa masuk ke setup mode. Ini bagian terburuknya: saya kembali harus menghadapi proses instalasi Windows yang lama dan membosankan. Satu jam penuh dihabiskan hanya untuk meng-install Windows itu sendiri. Kecuali kami ingin menggunakan komputer ini hanya untuk bermain Solitaire atau Freecell, saya juga harus menginstall sederet aplikasi tambahan untuk keperluan penggunaan sehari-hari, mulai dari office suite, accounting, antivirus, utiliti, codec multimedia, games, image viewer, image editor, driver untuk motherboard, driver untuk printer dan lain-lain. Install, reboot, install, reboot, install, reboot, install, reboot, dan seterusnya. Berarti tambahan waktu lagi. Belum lagi harus memindahkan data dari harddisk lama ke harddisk baru, membuat settingan user dan menscan file untuk mencegah kemungkinan infeksi virus. Total waktu yang saya habiskan sedikitnya adalah 4 jam (setelah 4 jam, saya kehilangan minat untuk menghitung waktu).

Iseng-iseng, saya mencoba menginstall Ubuntu 8.04 ke harddisk lama yang “sepertinya” bermasalah tersebut. Aneh sekali, saya bisa menginstall Ubuntu ke harddisk tersebut. Instalasi selesai dalam 17 menit (!), dan tidak perlu lagi menginstall macam-macam karena semua aplikasi yang diperlukan (office suite, multimedia player, image viewer & editor, dll) sudah disertakan dalam Ubuntu.

Jadi sebetulnya kemarin itu apanya yang error ? Kalau CD Windows-nya yang bermasalah, kok saya bisa menginstall ke harddisk baru. Kalau harddisk lama-nya yang rusak, nyatanya LinuxMint masih bisa dijalankan dan saya bisa menginstall Ubuntu ke harddisk tersebut.

Au’ ah, jadi bingung.

One thought on “Cerita instalasi Windows XP

  1. Ping-balik: Ordinary lad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s