Cerita instalasi Windows XP

Ada dua OS yang terinstall di komputer rumah kami, yaitu Windows XP dan Linux (Ubuntu atau LinuxMint, tergantung mood saya ingin menginstall yang mana) pada harddisk yang sama. Hanya saya seorang yang menggunakan Linux. Orangtua dan adik saya lebih terbiasa dengan Windows.

Lalu terjadilah. Seperti biasa, Windows memutuskan sudah waktunya untuk crash, lagi, untuk kesekian kalinya. Baca lebih lanjut

Iklan

Cara jitu menguras isi dompet

Iseng-iseng, saya menghitung total biaya lisensi yang mesti saya bayar kalau saya memakai software berbayar original.

Misalnya saja saya hanya membutuhkan OS dan office suite, maka saya harus merogoh kocek dalam-dalam, $ 767 (Windows XP Service Pack 2 + Microsoft Office 2007). Dengan asumsi kurs $ 1=Rp 9750, itu berarti sama dengan Rp 7478250. Jumlah itu akan semakin membengkak kalau saya ingin menginstall pengolah gambar, antivirus, games, multimedia, utiliti, accounting, dan lain-lain. Masih untung codec KLite dan Xvid diedarkan secara cuma-cuma, kalau tidak, hidup bisa kering karena tidak diwarnai alunan musik dari berkas mp3 (bajakan, tentunya).

Viva bajakan !!

berdasarkan daftar harga yang dimuat di PCMedia edisi November 2008

RUU APP, layakkah didukung ?

Menurut saya, tidak.

Jangan salah sangka. Saya setuju bahwa perlu ada aturan perundangan yang mengatur masalah pornografi. Masalahnya RUU APP yang hendak disahkan ini turut ikut campur terlalu dalam ke dalam urusan privasi warga negara. Ada kontradiksi di sana-sini, pasal-pasal “karet” yang dapat menyebabkan multitafsir. Yang paling membuat miris, RUU ini bila disahkan justru dapat mendorong terjadinya konflik horizontal dalam masyarakat dan disintegrasi bangsa. Baca lebih lanjut

Stupid yet best

I made this entry to respond to “Stupidest distro ever” I’ve read on wordpress quite a while ago. (I forgot the url, though)

The author of that entry said that Ubuntu is a stupid thing. A Linux distribution that don’t have gcc (he forget to also mention the header files) so that you can’t compile source code is deserved to doomed in hell. In short, Slackware is better by landslide.

While I do agree that Linux distro not having gcc is a bit silly, I think Canonical do a good job on deciding what packages to put and not to put in Ubuntu default app (you could get the gcc package and it’s library from Ubuntu repositories, though). Baca lebih lanjut